Aksi Solidaritas HPMT Ricuh, Manajer PLN Rayon Jeneponto di Desak Mundur dari Jabatannya

Terkini.id, Jeneponto – Ratusan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam aksi solidaritas Himpunan Pelajar Mahasiswa Turatea (HPMT) copot Kepala PLN rayon Kabupaten Jeneponto gelar aksi unjuk rasa di depan kantor PLN rayon Jeneponto,Jumat, 24 Juli 2020. Aksi tersebut sempat ricuh.

Aksi unjuk rasa yang dipimpin langsung oleh ketua umum PB HPMT Jeneponto, Herdiawan DT. Dilakukan karena pihak PLN rayon Jeneponto diduga telah mencederai Marwah lembaga HPMT Jeneponto yang mencabut KWH listrik sekretariat HPMT Jeneponto.

Ketua umum PB HPMT Jeneponto, Herdiawan DT yang memimpin langsung unjuk rasa mengatakan, PT PLN persero sebagai badan usaha milik negara yang melayani masyarakat seluruh Nusantara bertekad melakukan pelayanan jasa ketenaga listrikan yang terbaik untuk seluruh lapisan masyarakat.

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dan aktivis berunjuk rasa di depan kantor PLN rayon Jeneponto

“Tindakan yang dilakukan oleh pihak PLN rayon Kabupaten Jeneponto dengan mencabut KWH listrik secara sepihak atas tuduhan meteran listrik yang di Laos sehingga mempengaruhi batas daya, itu telah mencederai marwah lembaga kami,” kata Herdiawan.

Menurutnya, tindakan pihak PLN rayon Jeneponto tersebut sangat merugikan PB HPMT secara kelembagaan, pihak PLN rayon Jeneponto mewajibkan membayar denda dengan nominal Rp 7.402.000.

“Kami tidak bersalah, saat ada gangguan di meteran listrik di sekretariat HPMT, oknum yang mengaku pihak PLN rayon Jeneponto yang memperbaiki, bahkan bahkan oknum yang mengaku orang PLN bersama pengurus HPMT ke kantor PLN sehingga diberikan alat penormal aliran listrik, jadi kami tidak terima jika diharuskan membayar denda,” ungkap Herdiawan.

Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa dan aktivis berunjuk rasa di depan kantor PLN rayon Jeneponto

Sesuai pantauan jeneponto.terkini.id, Unjuk rasa yang dimulai sekita pukul 14.30 itu berunjuk ricuh, para pengunjuk rasa sempat saling dorong dengan pihak Kepolisian, akibat Manejer PLN rayon Jeneponto lama tak menemui para pengunjuk rasa.

Aksi saling dorong pun berlangsung sekitar 5 menit dan bahkan salah seorang pengunjuk rasa sempat diamankan oleh pihak kepolisian,

Aksi unjuk rasa itu pun berlanjut sampai Manejer PLN rayon Jeneponto keluar menemui para pengunjuk rasa. Berdialog cukup lama.

Saat menemui pengunjunjuk rasa, Manejer PLN rayon Jeneponto, M Yusron Affandi menyampaikan kepada pengunjuk rasa, bahwa apa yang dilakukan sudah sesuai dengan prosedur dan aturan.

“Apa yang kami lakukan sudah sesuai prosedur dan aturan kami, bahwa di KWH meter tersebut ada bentuk pencurian, ada bentuk pelanggaran, sehingga petugas PLN mengamankan KWH listrik tersebut,” kata M Yusron Affandi.

Namun pihak pengunjuk rasa tidak puas dengan apa yang disampaikan Manejer PLN rayon Jeneponto, M Yusron Affandi. Mereka pun mendesak Manejer PLN rayon Jeneponto untuk mundur dari jabatannya, karena dianggap tidak becus memimpin PLN rayon Jeneponto.

“Manajer PLN rayon Jeneponto tidak konsisten dengan kata-katanya, saat kami menemui beberapa hari yang beliau mengatakan yang bisa mengerjakan dan bisa memasang alat penormal arus listrik di KWH meter listrik adalah petugas PLN, lalu kemudian dia tidak mengakui bahwa yang memasang alat penormal arus listrik itu bukan orang PLN,” ujar Herdiawan.

Aksi unjuk rasa tersebut berakhir sekitar pukul 17.00 Wita dan akan lanjut besok di kantor Polres Jeneponto dan jika pihak PLN rayon Jeneponto tidak memenuhi tuntutannya, mereka akan kembali berunjuk rasa dengan massa yang lebih banyak.

Bagikan