Hasil Tes Swab Semua Tenaga Kependidikan dan Pendidik SDN 48 Bontosunggu Kota Jeneponto Negatif

Terkini.id, Jeneponto – Hasil tes Swab tenaga kependidikan dan pendidik sekolah dasar negeri (SDN) 48 Bontosunggu Kota telah keluar, Kamis, 11 Desember 2020.

Dari 21 pendidik dan tenaga kependidikan yang mengikuti tes Swab, semuana dinyatakan negatif.

“Alhamdulillah, pihak Dinas Kesehatan Jeneponto telah menyampaikan hasil pemeriksaan laboratorium sampel tes Swab 21 pendidik dan tenaga kependidikan kami di SDN 48 Bontosunggu Kota, hasilnya semua dinyatakan negatif,” kata Kepala SDN 48 Bontosunggu Kota, Erniwati DL, Sabtu, 12 Desember 2020.

Baca Juga: Jeneponto Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik Penyelesaian Tindak Lanjut

Menurutnya, tes Swab tenaga kependidikan dan pendidik SDN 48 Bontosunggu Kota di lakukan pada tanggal 8 Desember 2020 di kantor SDN 48 Bontosunggu Kota jalan Ishak Iskandar Kelurahan Empoang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto.

“Tes swab itu dilakukan menjelang pembelajaran tatap muka yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Januari 202, hasil dari tes Swab itu akan dijadikan acuan dalam melaksanakan proses pembelajaran tatap muka,” ujarnya 

Baca Juga: Humas Kominfo dan Protopim Lupuk dengan Pembukaan Pemusatan Pelatihan Calon...

Dimana selain tes Swab, menjelang pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka, SDN 48 Bontosunggu Kota telah melakukan persiapan – persiapan yang menjadi persyaratan pemeriksaan pembelajaran yang harus dipenuhi untuk melaksanakan proses pembelajaran tatap muka 

“Tempat cuci tangan sudah kami siapkan disetiap kelas, masker, pengukur suhu dan Face Shield  sudah siap,” kata Ernawati DL 

Lebih lanjut Ernawati mengatakan, selain pemenuhan penerapan protokol kesehatan, 27 orang tenaga kependidikan dan pendidik harus di Swab test.

Baca Juga: Humas Kominfo dan Protopim Lupuk dengan Pembukaan Pemusatan Pelatihan Calon...

“ Dari 27 orang pendidik dan tenaga kependidikan, 21 Swab test oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, test swab itu merupakan pengajuan dari pihak sekolah kepada Dinas Kesehatan dalam rangka persiapan tatap muka,” jelas Ernawati.

Menurutnya, sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka, pihaknya juga akan melaksanakan simulasi,” kita akan lakukan simulasi bagaimana pelaksanaan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ernawati DL juga mengatakan, dalam proses pembelajaran tatap muka nanti, akan dilaksanakan secara bershif. 

“Jumlah siswa kami sebanyak 536 orang, dan disini ada 15 ruang belajar, jadi kita akan isi maksimal 18 siswa satu ruangan dan akan kita atur sesuai periksa pembelajaran yang ditetapkan oleh Kemendikbud, jadi nanti pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan dengan shifting,” ungkapnya.

Bagikan