Jawa dan Bali PSBB, Ketua TP PKK Jeneponto Harap Warga Sehat Ditengah Pandemi Covid-19

Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto Hj Hamsiah Iksan
Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto Hj Hamsiah Iksan

Terkini.id, Jeneponto – Untuk mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19, Pemerintah memutuskan untuk memberlakukan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) di Jawa dan Bali mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

PSBB merupakan istilah kekarantinaan kesehatan di Indonesia yang didefinisikan sebagai pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi penyakit atau terkontaminasi sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi.

Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto Hj Hamsiah Iksan

Pemberlakuan PSBB membuat sebahagian orang beranggapan bahwa gelombang ke 2 covid-19 semakin nyata didepan mata dan membuat sebahagian masyarakat makin khawatir meski tidak sedikit yang skeptis. 

Terkait terkait dengan hal tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto, Hj Hamsiah Iksan menyerukan warga agar dimasa Pandemi Covid-19, masyarakat harus tetap optimis untuk menghadapi kehidupan baru.

Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto Hj Hamsiah Iksan

“Dimasa Pandemi Covid-19 ini kita harus terus menjaga kesehatan dengan memperbanyak asupan gizi untuk meningkatkan imunitas tubuh,” kata Hj Hamsiah Iksan, Minggu, 10 Januari 2021.

Menarik untuk Anda:

Menurutnya, untuk meningkatkan imunitas tubuh, masyarakat tidak perlu beli yang mahal, cukup dengan mengkonsumsi sayura yang ada disekitarnya.

“Kita harus tetap optimis dan sehat di masa pandemi, perbanyak asupan gizi seperti sayuran yang ada disekeliling kita, tak perlu mahal yang utama bergizi dan sehat,” ujar Hj Hamsiah Iksan yang merupakan penggiat perempuan dan majales taklim di Jeneponto.

Ketua TP PKK Kabupaten Jeneponto Hj Hamsiah Iksan

Hj Hamsiah Iksan yang juga Ketua Forum Kajian Cinta Alquran (FKCA) Jeneponto juga mengatakan, sejak pernah terkonfirmasi positif covid-19 tanpa gejala, rutinitas keseharian tetap berjalan seperti biasa meski tetap dengan pembatasan. 

“Yang utama adalah menjaga diri dan imunitas tubuh kita, semoga wabah ini cepat terlewati dan kita dapat menjalankan aktivitas normal seperti biasa,” harapnya. 

Dimana Keputusan pemberlakuan PSBB di provinsi yang ada di Jawa dan Bali lantaran wilayah tersebut memenuhi salah satu dari 4 parameter sebagai syarat pembatasan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Pemberlakuan PSBB itu ditetapkan Pemerintah demi menekan angka penyebaran Covid-19 yang terus meningkat. kebijakan ini diambil karena pemerintah merujuk data perkembangan penanganan Covid-19, seperti zona risiko penularan virus corona, rasio keterisian tempat tidur isolasi dan ICU serta kasus aktif Covid-19 yang saat ini telah mencapai 14,2 persen.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Musda Ke-II KAHMI Jeneponto, Bupati dan Sekda Terpilih Presidium

Ketua Presidium KAHMI Sulsel Isyaratkan Iksan Iskandar Untuk Maju Calon Legislatif DPR RI

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar