Percepat Penurunan, Dinkes Jeneponto Gelar Pertemuan Reviu dan Revisi Regulasi Stunting

Terkini.id, Jeneponto – Dinas Kesehatan Jeneponto gelar pertemuan reviu dan revisi regulasi tentang perubahan atas peraturan Bupati Jeneponto nomor 12 tahun 2020 tentang intervensi penurunan stunting terintegrasi.

Pertemuan yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan, Syusanty A Mansyur berlangsung di aula Husada Dinas Kesehatan, jalan Kesehatan, Kelurahan Empoang, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu, 1 Agustus 2021.

Hadir dalam pertemuan itu, Kadis Parawisata, Kabag Hukum Setda Jeneponto, Mustakbirin, beberapa perwakilan OPD, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas dan Perwakilan LSM.

Baca Juga: Sekda dan Kajari Jeneponto Pantau Pelaksanaan Vaksinasi, Warga Desa Banrimanurung...

Kepala Dinas Kesehatan, Syusanty dalam sambutannya menyampaikan dalam upaya penanggulangan stunting diperlukan regulasi yang dapat dijadikan dasar dalam bertindak cepat dan akurat. 

Baca Juga: Operasi Patuh, Satlantas Polres Jeneponto Edukasi Masyarakat Terkait Pentingnya Menerapkan...

“Penurunan stunting bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat dan kualitas sumber daya manusia dengan maksud meningkatkan mutu gizi perseorangan keluarga dan masyarakat melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi sesuai kemajuan ilmu dan teknologi, peningkatan sistem kewaspadaan dan peningkatkan pelayanan sanitasi dan air bersih,” jelas Syusanty.

Lebih lanjut, Kadinkes Jeneponto mengatakan, pilar penurunan stunting yakni aksi dan terobosan untuk penurunan stunting.

“Pilar penurunan stunting diantaranya komitmen dan visi Bupati. Untuk menurunkan stunting yang perlu keaktifan semua pihak yang terkait dengan melaksanakan intervensi gizi spesik dan gizi sensitif, dimana sasarannya intervensi gizi yakni ibu hamil. Ibu menyusui dan anak usia 6 hingga 23 bulan dan intervensi gizi sensitif yaitu masyarakat umum,” kata Syusanty.

Kabag Hukum Setda Jeneponto,Mustakbirin

Baca Juga: Bupati Jeneponto Terima Kunjungan Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, ini...

Syusanty berharap agar pertemuan itu dapat merumuskan regulasi lebih luas dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Jeneponto.

“Kami harap pertemuan ini dapat menghasilkan suatu rumusan untuk memperdalam regulasi yang dapat lebih menggerakkan semua pihak untuk aktif dalam mempercepat penurunan stunting sehingga Jeneponto zero stunting dapat tercapai,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Kabag Hukum Setda Jeneponto, Mustakbirin menyampaikan perlunya penegasan pilar bagi stakeholder untuk fokos pada percepatan penanggulangan stunting.

“Jadi dalam pertemuan ini kita jadi momentum untuk evaluasi terhadap peraturan Bupati no 12 tahun 2020 tentang intervensi penurunan stunting terintegrasi, untuk itu ada opsi yang harus disepakati yakni opsi pertama apakah Perbup Jeneponto no 12 tahun 2021 direvis atau membuat Perbup baru,” jelas Mustakbirin.

Sementara, Perwakilan LSM Pattiro Jeka, Oji sangat mengapresiasi pertemuan reviu dan revisi regulasi stunting.

Percepat Penurunan, Dinkes Jeneponto Gelar Pertemuan Reviu dan Revisi Regulasi Stunting

“Pertemuan ini sangat bagus, karena semua pihak yang terkait dalam penanggulangan stunting dapat terlibat dalam merevisi regulasi penanggulangan stunting, yang tentunya saya berpendapat bahwa tujuan pertemuan ini adalah untuk mereviu dan merevisi regulasi yang ada, jadi perlu adanya pemaparan hasil dari penerapan regulasi yang ada sehingga kita dapat memahami apa yang kurang dalam peraturan tersebut,” tutup Oji.

Bagikan