Cegah Stunting, Pemkab Jeneponto Bina Kader Pembangunan Manusia

Terkini.id, Jeneponto – Dalam rangka konvergensi pencegahan stunting, Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jeneponto Bidang  Kesehatan Masyarakat, Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kabupaten Jeneponto, Jumat, 3 September 2021.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanty A Mansyur di aula Husada, kantor Dinas Kesehatan, jalan Kesehatan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Sekda dan Kajari Jeneponto Pantau Pelaksanaan Vaksinasi, Warga Desa Banrimanurung...

Hadir Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Kamal, beberapa Kasi Bidang kesehatan masyarakat, perwakilan Puskesmas Binamu. Binamu Kota dan Bontosungguh Kota serta para KPM se Kabupaten Jeneponto.

Kepala Dinas Kesehatan, Syusanty A Mansyur mengatakan, kegiatan itu dimaksudkan untuk melakukan bina kelompok potensial optimalisasi Kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) se-Kabupaten Jeneponto, prioritasnya untuk dua puluh desa lokus stunting di Jeneponto,” kata Syusanty.

Cegah Stunting, Pemkab Jeneponto Bina Kader Pembangunan Manusia

Baca Juga: Operasi Patuh, Satlantas Polres Jeneponto Edukasi Masyarakat Terkait Pentingnya Menerapkan...

Menurutnya, pembinaan kader pembangunan manusia itu dilaksanakan dalam rangka membangun sinergi dengan tenaga pendamping profesional untuk konvergensi pencegahan stunting.

“Kami akan optimalkan peran KPM untuk membantu input data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (ePPGBM), pencegahan stunting di masing-masing wilayahnya,” terang Syusanty.

Lebih lanjut Syusanty menyampaikan pentingnya peran KPM dalam pengorganisasian pelaku konvergensi pencegahan stunting di Desa dan Kelurahan.

Baca Juga: Bupati Jeneponto Terima Kunjungan Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, ini...

“KPM perlu memahami tugas pokok dan fungsinya dalam identifikasi sasaran 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dan memastikan pemenuhan lima paket pelayanan konvergensi stunting yang meliputi  Layanan kesehatan ibu dan Anak, Konseling Gizi terpadu, perlindungan sosial, sanitasi dan air bersih serta layanan PAUD, semuanya terlaporkan dalam data Score Card,” tuturnya

Syusanty mengharapkan para KMP dapat melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan terkait pelaksanaan kegiatan konvergensi penanganan  dan data stunting.

“Selain itu KPM dapat membantu Pemerintah Desa untuk melaksanakan kegiatan penanganan stunting serta dapat memantau pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan di desa,” harapnya.

Bagikan