Kadis PMD Jeneponto Menjadi Pemateri pada Pembinaan KPM, ini Materinya

Terkini.id, Jeneponto – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jeneponto, Makmur Sijaya menjadi pembawa materi pada pembinaan kader pembangunan manusia (KPM) yang di laksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan.

Pembinaan KPM hari kedua berlangsung di aula Asyfa kantor Dinas Kesehatan di jalan Kesehatan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu, 4 September 2021.

Pada kesempatan itu Kadis PMD Jeneponto, Makmur Sijaya membawakan materi konvergensi pencegahan stunting melalui sinergitas kader pembangunan manusia.

Baca Juga: Sekda dan Kajari Jeneponto Pantau Pelaksanaan Vaksinasi, Warga Desa Banrimanurung...

Kepala Dinas PMD Jeneponto, Makmur Dijaya dalam pemaparan materinya mengatakan KPM memiliki peran yang strategis dalam upaya mewujudkan kesehatan masyarakat dan program nasional Konvergensi Stunting disetiap Desa dan Kelurahan.

“Sesuai dengan tujuan dibentuknya KPM yang merupakan garda utama layanan dasar kesehatan adalah untuk percepatan penurunan stunting, Kata Makmur Sijaya..

Baca Juga: Operasi Patuh, Satlantas Polres Jeneponto Edukasi Masyarakat Terkait Pentingnya Menerapkan...

Lebih lanjut, Makmur Sijaya menjelaskan, Dengan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita melalui pengisian kurva KMS, balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga tidak terjadi stunting.

Kadis PMD Jeneponto, Makmur Sijaya Menjadi Pemateri pada Pembinaan KPM

“Dalam mempercepat penanganan stunting diperlukan sinergitas dengan semua pihak, karena tidak ada pribadi atau lembaga di desa secara mandiri yang dapat menangani permasalahan stunting, perlu sinergitas dari seluruh pihak. Untuk kita harap KPM dapat meningkatkan koordinasi dengan seluruh pegiat pemberdayaan masyarakat dan pelaku pembangunan desa,” harapnya.

Menurutnya  Dana desa dapat digunakan untuk menanggulangi stunting. Untuk memastikan stunting menjadi isu prioritas dalam perencanaan di tingkat desa, kepala desa harus merekrut Kader Pembangunan Manusia (KPM). 

Baca Juga: Bupati Jeneponto Terima Kunjungan Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, ini...

“KPM merupakan kader masyarakat yang bertugas untuk memfasilitasi aksi konvergensi penurunan stunting di tingkat desa. Pengertian konvergensi intervensi pada sasaran adalah bahwa setiap ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, dan anak usia 0-23 bulan mendapatkan akses layanan atau intervensi yang diperlukan untuk penanganan stunting secara terintegrasi,” ujarnya 

Makmur menambahkan, KPM harus mengajak peran serta atau partisipasi masyarakat dan lembaga dalam proses perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan pemantauan.

“KPM harus berkoordinasi dengan pelaku program dan lembaga lainnya seperti bidan desa, petugas puskesmas lainnya seperti ahli gizi, perawat, sanitarian), guru PAUD dan aparat desa,” tutup Makmur Sijaya.

Bagikan