MTsN 2 Jeneponto Gelar Bimtek Konvensi Hak Anak dan Satuan Pendidikan Ramah Anak

Terkini.id, Jeneponto – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Jeneponto menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) konvensi hak anak (KHA) dan satuan pendidikan ramah anak  (SRA).

Bimtek KHA dan SRA dengan tema anak senang , guru senang, orang tua bahagia yang dibuka oleh Direktur GTK Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Zein, M.Pd secara virtual, Senin, 13 September 2021.

Kegiatan itu berlangsung di aula MTsN 2 Jeneponto, jalan Sungai Kelara, Kelurahan Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Senin, 13 hingga Selasa, 14  September 2021.

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Jeneponto menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) konvensi hak anak (KHA) dan satuan pendidikan ramah anak  (SRA).

Baca Juga: Sekda dan Kajari Jeneponto Pantau Pelaksanaan Vaksinasi, Warga Desa Banrimanurung...

Hadir dalam pembukaan kegiatan itu, Kakanwil Kemenag Sulsel yang diwakili Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, Dr H Raffe, Kakan Kemenag Jeneponto, H Saharuddin, Para Kasi dan Pengawas kantor Kemenag Jeneponto, pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Kepala Madrasah, serta semua tenaga pendidik dan Kependidikan MTsN 2 Jeneponto.

Dalam kegiatan itu Kepala MTsN 2 Jeneponto menghadirkan 3 pemateri yakni,  Kasi Kelembagaan dan kerjasama MI dan MTs Subdirektorat kelembagaan dan kerjasama MI dan MTs Kementerian Agama RI, Dr Zulkifli, Fasilitator Nasional SRA Bekty Prastyani dan Ahmad Asari.

Baca Juga: Operasi Patuh, Satlantas Polres Jeneponto Edukasi Masyarakat Terkait Pentingnya Menerapkan...

Kepala MTsN 2 Jeneponto, Hj Nuraedah dalam laporannya menyampaikan frofil MTsN yang baru 1 bulan 7 hari dia pimpin,”Jumlah tenaga pendidik dan kependidikan 67 orang, jumlah pelajar tahun 2020-2021 828, pelajar 2021-2022 790 orang,” kata Hj Nurhaedah.

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Jeneponto menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) konvensi hak anak (KHA) dan satuan pendidikan ramah anak  (SRA).

Hj Nurhaedah juga menyampaikan tujua dari pelaksanaan Bimbingan Teknik (Bimtek) konvensi hak anak (KHA) dan satuan pendidikan ramah anak  (SRA).

“Tujuan kegiatan ini untuk mewujudkan kondisi aman, bersih. Sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan yang bisa menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan,deskriminasi dan perlakuan yang salah lainnya,” jelasnya.

Baca Juga: Bupati Jeneponto Terima Kunjungan Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel, ini...

Direktur GTK Kementerian Agama RI, Dr. Muhammad Zein, M.Pd dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh MTsN 2 Jeneponto.

“Anak memiliki peran strategis dan memiliki ciri khsusus yang memerlukan perlindungan dalam menjamin pertumbuhan dan perkembangan fisik maupun karakter, untuk kegiatan yang dilaksanakan oleh MTsN 2 Jeneponto sangat tepat, karena ini bertujuan guna mensosialisasikan pentingnya pemenuhan hak anak dalam memberikan perlindungan anak demi kepentingan seluruh anak,” jelas Dr. Muhammad Zein.

Menurutnya, dengan perkembangan pembangunan diperlukan keseriusan Madrasah untuk terus menggalakkan dan mengembangkan inisiasi Sekolah Ramah Anak. 

“SRA adalah amanat yang harus diselenggarakan untuk memenuhi hak anak sebagaimana tercantum dalam konvensi hak anak,” jelasnya.

Kasi Kelembagaan dan kerjasama MI dan MTs Subdirektorat kelembagaan dan kerjasama MI dan MTs Kementerian Agama RI, Dr Zulkifli menyampaikan perlunya surat keputusan tim pelaksana konvensi hak anak dan satuan pendidikan ramah anak.

“Untuk menggalakkan KHA dan SRA diperlukan tenaga pendidik yang terlatih terkait konvensi hak anak dan satuan pendidikan ramah anak,” kata Dr Zulkifli.

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Jeneponto menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) konvensi hak anak (KHA) dan satuan pendidikan ramah anak  (SRA).

Sementara Fasilitator Nasional Sekolah Ramah Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Bekty Prastyani memaparkan hak anak yang harus terpenuhi.

“Terkait dengan hak anak ini yang harus terpenuhi diantaranya hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan hak partisipasi. Dimana dalam pelaksanaan kegiatan sehari- hari anak tidak diperkenankan dihukum dan disanksi tetapi lebih kepada anak memahami tanggungawab dengan disiplin positif dan kesepakatan,” jelas Bekty.

Bagikan