Bupati Buka Rembuk TB, Jeneponto Masuk 5 Besar Kasus Tertinggi di Sulsel

Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto melalui Dinas Kesehatan bersama lembaga swadaya Mitra Turatea menggelar rembuk TB-fokus group discussion program pencegahan dan penanggulangan Tuberkulocis.

Kegiatan itu di buka oleh Bupati Iksan Iskandar di ruang Pola Panrannuangta, Kantor Bupati, jalan Lanto Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Selatan, 25 Januari 2022.

Hadir Kepala Dinas Kesehatan, Syusanty A Mansyur, Kepala Bappeda H. Masri, Kadis PMD Abd. Makmur,  beberapa Pejabat tinggi pratama, Pejabat Administrator lingkup pemerintah Kabupaten Jeneponto, Koordinator TB Care Jeneponto, Rahmat dan beberapa Kepala desa dan Kelurahan.

Baca Juga: Bupati Lepas Peserta Lomba Jeneponto Drum Korps Compotition

Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada segenap penyelenggara kegiatan rembuk TB-fokus group discussion program pencegahan dan penanggulangan Tuberkulocis tingkat Kabupaten Jeneponto.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang senantiasa memiliki komitmen dan kepedulian terhadap pengembangan derajat kesehatan di daerah ini, khususnya dalam penanganan penyakit TBC,” kata Iksan Iskandar.

Baca Juga: Bupati Buka LKD I Fatayat NU Cabang Jeneponto

Pada kesempatan itu, Bupati Jeneponto dua periode itu mengutip data kasus TB di laman kemenkes.go.id, dimana Indonesia adalah penyumbang kasus TBC tertinggi ke-2 di dunia dengan jumlah kasus sekitar 845.000 per tahun, dengan angka kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian perjam. 

“Jika hal ini tidak diatasi, maka insidens TB paru makin tinggi dan akan dapat melumpuhkan Sumber Daya Manusia,” terang Iksan Iskandar.

Dalam skala nasional, Iksan Iskandar mengatakan,  Provinsi Sulawesi Selatan masuk dalam 10 besar dengan penduduk bermasalah dengan Tuberkulosis.

Baca Juga: Bupati Buka LKD I Fatayat NU Cabang Jeneponto

“Untuk tingkat Sulawesi Selatan, Kabupaten Jeneponto masih masuk dalam 5 besar Kabupaten dengan tingkat penderita Tuberkulosis yang cukup besar,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk menjabarkan Peraturan Menteri kesehatan nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis, Pemerintah Kabupaten Jeneponto telah mengambil langkah strategis dengan menerbitkan peraturan daerah Kabupaten Jeneponto tentang  Penanggulangan Tuberkulosis.

“Kita berharap kegiatan ini menjadi  salah satu upaya strategis dalam mendapatkan solusi cerdas menyusun grand desain pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis secara komprehenship, dengan melibatkan semua kalangan khususnya Pemerintah Desa dan Kelurahan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Derajat Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Jeneponto,” jelasnya.

Iksan menambahkan, untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis dibutuhkan keaktifan keterlibatan semua pihak.

“Dibutuhkan Sinergitas semua pihak dalam proses perencanaan dan penganggaran mulai tingkat desa dan kelurahan hingga tingkat Kabupaten dalam upaya membangun komitmen untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis di Jeneponto,” tutup Iksan Iskandar.

Bagikan