Paman Siswa yang Didapat Merokok dalam Kelas Diduga Aniaya Guru SMPN 3 Binamu Jeneponto

Terkini.id, Jeneponto –  Seorang guru sekolah menengah pertama (SMP) negeri 3 Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan diduga dianiaya oleh keluarga siswa yang didapati merokok di dalam kelas sekolah.

Kejadian penganiayaan itu terjadi di dalam salah satu ruangan kelas SMP negeri 3 Binamu yang terletak di jalan Pendidikan, Kelurahan Monro-monro, Kecamatan Binamu,.Jeneponto, Rabu, 26 Januari 2022, sekitar pukul 14.00 wita.

Guru yang menjadi korban penganiayaan itu bernama Muh Sabir Lallo (42), merupakan warga Tanrusampe, Kelurahan Pabiringa, Kecamatan Binamu.

Baca Juga: Diduga Bermain Tangani Kasus Penganiyaan, Mahasiswa Minta Kapolsek Kelara Dicopot

 sementara pelaku diduga berinisial SP (31) warga kampung Kassi-Kassi, Kelurahan Monro-monro,  Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Menurut korban, kronologis kejadiannya berawal dari didapatnya siswa sebanyak 8 orang ketahuan merokok dalam kelas dan di kumpulkan dalam kelas, lalu korban ke Kantor Kelurahan Monro-Monro untuk mengikuti Musrenbang. 

Baca Juga: Bupati Jeneponto Serahkan secara Simbolis Insentif Guru Mengaji TK TPA...

“Setelah mengikuti kegiatan Musrenbang, saya kembali untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. kemudian saya kumpulkan siswa yang sebanyak 8 orang, saya berikan pengarahan dan bimbingan kepada para siswa,” jelas Muh Sabir Lallo.

Lebih lanjut, korban mengatakan, ia bertanya kepada RM (salah seorang siswa yang didapati merokok) mengapa merokok, RM menjawab.hanya untuk hiburan. Berselang beberapa menit RM datang dijemput oleh kakaknya. 

“Sekitar pukul 13.30 wita, orang tua RM datang ke sekolah dan marah marah di dalam kelas dan kemudian pelaku SP bersama 10 rekannya langsung memukul dan mencakar saya, Kemudian, pelaku berteriak-teriak dan mengatakan bahwa “kiok ngasengngi bijannu poeng,” terang MSL.

Baca Juga: Bupati Jeneponto Serahkan secara Simbolis Insentif Guru Mengaji TK TPA...

Kejadian itu pun dilaporkan oleh korban kepada pihak Kepolisian.

“Saya mendatangi Polsek Binamu sekitar pukul 13.45 wita untuk  melaporkan kejadian penganiayaan yang menimpa saya dan saya sudah melakukan visum di Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang Jeneponto,” tutup MSL.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Binamu Ipda Supardi membenarkan adanya laporan tersebut, dengan nomor laporan polisi (LP): 04/01/2022/Res Polsek Binamu, tanggal 26 Januari 2022.

“Memang benar ada laporan masuk ke Polsek, tapi bukan orang tua siswa yang melakukan penganiayaan, melainkan pelaku adalah paman dari siswa RM,” ungkap Aipda Supardi, saat ditemui di Polsek Binamu.

Aipda Supardi menyebut  motif dari pelaku melakukan penganiyaan lantaran tidak terima siswa RM diberikan tindakan disiplin oleh korban yaitu gurunya.

“Pelaku masuk lingkungan sekolah melakukan pemukulan. Awalnya pelaku mempertanyakan, namun karena naik emosinya sehingga melakukan penganiayaan terhadap gurunya,” ungkapnya.

Menurut, Aipda Supardi, korban dipukul pada bagian dada, bagian pundak, dan bagian lengan kiri dengan cara pelaku menggunakan tangan.

“Pasal yang kami terapkan pasal 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan maksimal kurungan penjara,” ujarnya.

Bagikan