Ketua DPRD Jeneponto Prihatin dengan Ditutupnya SDI 137 Bontomanai Bulujaya

Terkini.id, Jeneponto – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, H Arifuddin prihatin dengan ditutupnya Sekolah Dasar Inpres (SDI) 137 Bontomanai, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat.

“Semua pihak yang berwenang, tentu harus ambil bagian untuk mengatasi persoalan ini. Kejadian seperti ini merupakan kejadian yang memprihatinkan, anak-anak kita baru mengikuti pembelajaran tatap muka dan kemudian dibenturkan dengan masalah yang sangat menggangu proses pembelajarannya,” kata Ketua DPRD Jeneponto, Arifuddin kepada terkini.id, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat, 25 Februari 2022.

Dia berharap agar Pemkab dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto dengan pihak yang berwenang agar secepatnya menyelesaikan masalah tersebut.

Baca Juga: Jeneponto Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik Penyelesaian Tindak Lanjut

“Seharusnya pihak berwenang dapat duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan itu,” terang Arifuddin.

Politisi Gerindra ini menegaskan dirinya akan segera berkoordinasi dengan Komisi IV untuk segera turun ke lapangan mencari informasi lebih lanjut, seperti apa kondisi dan duduk persoalan sebenarnya di SDI 137 Bontomanai.

Baca Juga: Humas Kominfo dan Protopim Lupuk dengan Pembukaan Pemusatan Pelatihan Calon...

“Insya Allah dalam waktu dekat kita akan turun. Seharusnya sebelum memutuskan untuk menutup sekolah itu, pihak terkait dapat menyurati DPRD terlebih dahulu, agar DPRD dapat mencarikan solusi. Dinas Pendidikan harus mengambil langkah,” tegas Arifuddin.

Dimana sebelumnya diberitakan, Siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) 137 Bontomanai, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan belajar di teras rumah warga.

Pembelajaran tatap muka terpaksa dilaksanakan diatas rumah warga lantaran sekolahnya disegel.

Baca Juga: Humas Kominfo dan Protopim Lupuk dengan Pembukaan Pemusatan Pelatihan Calon...

“Pembelajaran dilaksanakan diteras rumahnya orang karena sekolah kami lagi disegel,” kata Kepala Sekolah SDI 137 Bontomanai, Risawati kepada awak media, Rabu, 23 Februari 2022, yang dikonfirmasi melalui pesan Whatsappnya.

Ditanya terkait permasalahan yang terjadi sehingga sekolahnya disegel, Risawati enggang berkomentar.

Namun informasi yang beredar, gedung Sekolah SD Inpres 137 Bontomanai disegel oleh warga yang diduga ahli waris pemilik lahan sejak Sabtu, 19 Februari 2022.

Di pintu masuk sekolah tersebut terpasang spanduk yang bertuliskan “SD Inpres 137 Bontomanai, Kelurahan Bulujaya, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto kami tutup karena belum pernah dihibahkan oleh pihak kami ahli waris dari Ibrahim Daeng Tiro.

Tertulis juga nama-nama ahli waris diantaranya, Hj Nurlanti Daeng Ngada Binti Ibrahim Daeng Tiro, Hj, Rahniati Daeng Puji Binti Ibrahim Daeng Tiro, Muh Iksan Daeng Nya’la Bin Ibrahim Daeng Tiro dan Kusnandir Daeng Naba Bin Ibrahim Daeng Tiro.

Alasan penyegelan sekolah dilakukan lantaran diduga tanah diatas bangunan sekolah tersebut belum memiliki surat penyerahan hibah.

Terkait dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Jeneponto, Nur Alam Basir, prihatin dengan langkah ahli waris Ibrahim Daeng Tiro yang menutup SDI 137 Bontomanai.

“Tidak mungkin sekolah itu dibangun tanpa persetujuan pemilik lahan dalam hal ini Ibrahim Daeng Tiro yang pada waktu itu menjabat Kepala Desa Bulujaya,”kata Nur Alam.

Nur Alam Basir menghimbau untuk membuka kembali sekolah,”Kita menyarankan para ahli waris untuk menempuh jalur hukum dengan cara menggugat Pemkab Jeneponto supaya clear,”katanya.

Bagikan