Merasa Diancam dan Namanya Dicemarkan, Waria Polisikan Husnamir Rukka

Terkini.id, Jeneponto – Seorang warga Pala-Palasa Kelurahan Tolo Selatan, Kecamatan Kelara, inisial RWA (30) yang memmrupakan komunitas waria di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Jeneponto, Rabu, 9 Maret 2022 sekitar pukul 15.33 Wita.

RWA mendatangi Kantor Polres di jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan untuk melaporkan seorang laki-laki bernama Husnamir Rukka (HR) yang merupakan salah seorang anggota LSM yang ada di Jeneponto.

RWA melaporkan HR terkait peristiwa tindak pidana undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang diatur dalam pasal 336.

Baca Juga: Husnamir Rukka Laporkan Oknum Waria Terkait Dugaan Tindak Pidana Penghinaan

Sesuai dengan laporan Polisi nomor LP/B/97/III/2022/Polres Jeneponto, peristiwa tindak pidana yang dilaporkan RWA terjadi pada, Senin, 7 Maret 2022 sekitar pukul 15.22 Wita.

RWA melaporkan HR lantar Waria diusik saat acara festival berlangsung di lapangan Suharto Tolo, Kecamatan Kelara, Jeneponto.

Ketua DPC partai Gerindra Jeneponto, Andi Baso Sugiarto

Saat festival berlangsung salah seorang waria bernama RWA merasa dicemarkan nama baiknya dan diancam. Karena videonya diatas panggung diambil dan disebarluaskan dengan kata-kata kotor dan diancam akan dicari.

“Bencong-bencong kongkong solak tahu aturanko juga setan sudah aktivitasmu melanggar dan tak berijin mala seenaknya hatimu juga berlaku bagi iblis yang tak tahu aturan tahu batas waktuko juga kongkong solak, itu yang ditulis dimedia sosial,” kata RWA.

Atas adanya status yang seperti itu membuat para waria tidak terima perlakuan terlapor.

Menurutnya, kegiatan festival waria ini terlaksana karena pemerintah setempat yang mengundang.

“Kita ini hanya peserta, dan sebelum kami mengikuti kegiatan itu, kami mendatangi Rukka di rumahnya untuk komunikasi apakah bisa kegiatan itu dilaksanakan dan Rukka merespon, dia bilang bisaji,” kata RWA.

Surat tanda terima laporan Polisi

Sementara laporan tersebut diterima oleh pihak SPKT Polres Jeneponto, KA SPKT Kanit II Muh Akrif.

“Telah melaporkan tentang peristiwa pidana UU nomor I tahun 1946 tantang KUHP pasal 336,” tulisnya dalam laporan SPKT.

Dimana Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 336 ayat 1 yang berbunyi, Dihukum penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan, barang siapa yang mengancam dengan kekerasan dimuka umum dengan memakai kekuatan bersama-sama, kepada orang atau barang, dengan sesuatu kejahatan yang mendatangkan bahaya bagi keamanan umum dari orang atau barang, dengan memaksa atau dengan perbuatan yang melanggar kesopanan, dengan sesuatu kejahatan terhadap jiwa orang, dengan penganiayaan berat atau dengan pembakaran.

Dan ayat 2 berbunyi, Jika ancaman itu dilakukan dengan tulisan atau dengan perjanjian tertentu, di hukum penjara selama-lamanya lima tahun.

Bagikan