Pemkab Jeneponto Gelar Pertemuan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting

Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan menggelar pertemuan pemetaan dan analisis situasi program stunting tahun 2022.

Pertemuan yang berlangsung di Hotel Pelita Turatea, jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis, 21 April hingga Jumat, 22 April 2022.

Hadir dalam pertemuan tersebut, beberapa Kepala OPD, Kepala Badan Statistik, Perwakilan Kemenag, beberapa Kabag, tenaga ahli PSD PMD, para Sub Koordinator Dinkes dan para pengelola laporan surveilans Dinkes.

Baca Juga: Hari Kedua Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting, Tim Iney...

Dalam pertemuan tersebut Pemkab Jeneponto menghadirkan pemateri, tim Iney Kemendagri, Lukman Nurhakim, Kepala Bappeda H. Masri dan Kadis Kesehatan Jeneponto, Syusanty A Mansyur.

Pemkab Jeneponto Gelar Pertemuan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting

Pertemuan itu dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanty A Mansyur, yang dalam sambutannya mengatakan, analisis situasi program pencegahan stunting adalah proses untuk mengidentifikasi sebarang prevalensi stunting, situasi, ketersediaan program dan praktek manajemen layanan.

Baca Juga: Jadi Pemateri pada Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting, Kepala...

“Analisis situasi dilakukan untuk memahami permasalahan dan integrasi, interview gizi, spesifik dan sensitif pada sasaran rumah tangga 1000 HPK, hasil analisis situasi merupakan dasar perumusan rekomendasi kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi bagi rumah tangga 1000 HPK,” kata Syusanty.

Lebih lanjut Syusanty menjelaskan, dalam 10 tahun terakhir menunjukkan stunting merupakan masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia, terlebih di Kabupaten Jeneponto.

Baca Juga: Jadi Pemateri pada Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting, Kepala...

“Hasil riset kesehatan dasar menunjukkan 37,4 persen atau 9 juta balita penderita stunting, artinya 3-4 di antara 10 balita di Indonesia menderita stanting,” jelas Syusanty.

Menurut Syusanty, tingginya prevalensi stunting saat ini menunjukkan adanya permasalahan mendasar, diantaranya, ketidaktahuan masyarakat terhadap faktor-faktor penyebab stunting dan pemberian pelayanan kesehatan yang belum sesuai standar baik di tingkat masyarakat maupun pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Pemkab Jeneponto Gelar Pertemuan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting

“Dari hal tersebut perlu kita melakukan intervensi gizi secara terpadu dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting, pengalaman global menunjukkan penyelenggaraan intervensi yang terpadu untuk kelompok prioritas di lokasi merupakan kunci keberhasilan perbaikan gizi dan tumbuh kembang anak serta pencegahan dan penurunan stunting di kabupaten Jeneponto,” terang Syusanty.

Untuk memastikan program program intervensi pencegah stunting kata Syusanty, perlu dilakukan konvergensi atau penyatuan berbagai program-program tersebut melalui langkah-langkah pemetaan dan analisis situasi pada program stunting.

Pemkab Jeneponto Gelar Pertemuan Pemetaan dan Analisis Situasi Program Stunting

“tujuan pelaksanaan analisis situasi meliputi mengidentifikasi pola sebaran prevalensi stunting, memahami situasi ketersediaan program kegiatan dan cakupan intervensi gizi spesifik dan sensitif, memahami praktik manajemen pelayanan intervensi gizi spesifik dan sensitif dan mengidentifikasi permasalahan pelaksanaan integrasi intervensi gizi pada sasaran rumah tangga 1000 HPK,” ungkapnya.

Melalui pertemuan pemetaan dan analisis situasi program stunting tingkat Kabupaten Jeneponto itu kata Syusanty, dapat mengetahui kondisi nyata di lapangan, program apa yang sudah ada dan yang belum ada serta kegiatan apa yang akan dilakukan selanjutnya dalam menangani masalah stunting.

“Informasi tentang pemetaan program kegiatan cakupan dan perbedaan prevalensi jumlah dan kasus situasi stunting sangat diperlukan dalam proses pemetaan program untuk mengidentifikasi jenis dan lokasi pelaksanaan kegiatan,” tutup Syusanty.

Bagikan