Kades Jenetallassa Rumbia Minta Presiden Hapus BLT Dana Desa, Pemkab Hanya Sebatas PHP

Terkini.id, Jeneponto – Kepala Desa Jenetallasa, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Basir Suaming meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo untuk menghapus program Bantua Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Selain itu, Basir Suaming juga meminta Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar untuk memberikan kewenangan sepenuhnya jalan poros Desa Jenetallasa kepada Pemerintah Desa.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Desa Jenetallasa, Basir Suaming kepada terkini.id, Jumat, 3 Juni 2022 melalui pesan Whatsappnya.

Baca Juga: Pemkab Jeneponto Gandeng Beberapa Perusahaan Perkuat UMKM

“Kami meminta itu agar Dana Desa bisa kami alokasikan untuk perbaikan jalan poros di Desa Jenetallasa, karena PUPR Jeneponto hanya sebatas PHP,” kata Basir Suaming.

Menurutnya, dirinya selaku Pemerintah Desa Jenerallasa mengungkapkan hal itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemerintah Kabupaten Jeneponto, lantaran peningkatan jalan poros Desa Jenetallasa tidak terealisasi.

Baca Juga: Percepat Penurunan Stunting Pemkab Jeneponto Sosialisasi Perbup Nomor 42 tahun...

“Pemkab Jeneponto melalui pihak Dinas PUPR telah datang mengukur Januari 2022, katanya diupayakan tahun ini  2022 melalui dana bantuan hibah Pemprov, sebelumnya kami bersama ketua Apdesi menghadap Pak  Bupati di bulan Desember mengajukan proposal perbaikan jalan dan beliau disposisi Kebinamarga,” kata Basir Suaming.

Menurutnya,  jalan di Desa Jenetallasa Rumbia yang di ukur, jalan di Desa  
Kapita Bangkala yang dia (PUPR) realisasikan 4 kilometer.

“Sementara Kapita tidak pernah masuk dalam perencanaan tahun ini, dan tidak pernah dibahas di DPRD,  tapi Justru Kapita  direalisasikan,” ujarnya.

Baca Juga: Percepat Penurunan Stunting Pemkab Jeneponto Sosialisasi Perbup Nomor 42 tahun...

Basir Suaming pun mengatakan, pihak Pemkab Jeneponto dalam hal ini Dinas PUPR tidak konsisten.

“Apakah kami yang pelupa ataukah anda yang tidak konsisten, apakah anda yakin tiket menuju Senayan tidak ada di Desa Jenetalasa dan Desa Kapita punya tiket yang anda inginkan,” tegasnya 

Ia menambahkan, jangan anggap setelah anda datang melakukan pengukuran tugas dan tanggung jawabmu selesai.

“Kenapa melakukan pengukuran kalau akhirnya ruas jalan yang anda ukur tidak termasuk bagian dari realisasi tahun ini,
Apakah anda hanya sekedar pamer bahwa metermu lebih mahal dari tali rafia yang kami punya, ataukah hanya sekedar menghabiskan anggaran biaya perjalan dinasmu, Insya Allah akan jadi kolam pengukuran PUPR,” tutup Basir Suaming.

Bagikan