BPJS Kesehatan Jeneponto Dorong Universal Health Coverage Dangan Kerjasama Kejari

Terkini.id, Jeneponto – Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) meluncurkan Program jaminan kesehatan Nasional kartu Indonesia  sehat (JKN-KIS) sejak 1 Januari 2014.

Melalui program tersebut, BPJS kesehatan Jeneponto mendorong pencapaian Universal Health Coverage atau cakupan kepesertaan menyeluruh dengan bekerja sama Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto.

 Kepala BPJS Jeneponto, Muh, Ikhsan dalam arahannya mengatakan, cakupan kepesertaan menyeluruh bagi masyarakat Jeneponto, salah satunya dengan mendorong kepatuhan badan usaha dan memberikan perlindungan kesehatan bagi pekerjanya 

Baca Juga: Jeneponto Raih Penghargaan Kabupaten Terbaik Penyelesaian Tindak Lanjut

“Mendaftarkan sebagai peserta BPJS kesehatan dan membayarkan iuran secara rutin, sesuai UU No, 24 tahun 2011 tentang BPJS kesehatan, diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas kepatuhan peserta memberi kerja dalam memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan perundang- undangan,” kata Ikhsan.

Menurut, Ikhsan, berdasarkan data kepesertaan yang terdaftar di wilayah Kabupaten Jeneponto, saat ini jumlah peserta JKN-KIS telah mencapai, 371,776 jiwa (89,48%) dari jumlah penduduk sebanyak 415,462 jiwa.

Baca Juga: Humas Kominfo dan Protopim Lupuk dengan Pembukaan Pemusatan Pelatihan Calon...

“Namun sebagai upaya memberi akses kepada masyarakat menjadi peserta JKN-KIS, BPJS kesehatan mengembangkan berbagai kanal layanan diantaranya melalui Aplikasi mobile JKN,” jelas Ikhsan.

Lebih lanjut Ikhsan mengatakan, pelayanan administrasi juga bisa melalui WA (Pandawa) Electronic data badan usaha (EDABU) bagi pendaftaran badan usaha serta kanal informasi lainnya.

“Diantaranya bisa melalui Call Center 165, hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat untuk melakukan pendaftaran perubahan data tanpa harus berkunjung ke kantor BPJS kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga: Humas Kominfo dan Protopim Lupuk dengan Pembukaan Pemusatan Pelatihan Calon...

Terkait pembayaran iuran, kata Ikhsan, peserta BPJS kesehatan diberi kemudahan melalui pembayaran secara autodebet sehingga iuran dapat secara rutin terbayar. 

“Bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran dapat mengikuti program REHAB, (Rencana Pembayaran Bertahap), namu kita berharap dengan kontribusi positif seluruh pihak program JKN-KIS akan mengalami perbaikan secara sistemik, perbaikan program ini akan terus dilakukan, misalnya perbaikan dari aspek pemanfaatan dan kualitas layanan kesehatan,” uutup Ikhsan.

Bagikan