Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Jeneponto Bina Kader Pembangunan Manusia
Komentar

Cegah Stunting, Dinas Kesehatan Jeneponto Bina Kader Pembangunan Manusia

Komentar

Terkini.id, Jeneponto – Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) di aula Assyifa, Jumat, 22 Juli  2022.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat m, Kamal, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan, Hj.Nursyamsi, para KPM Kelurahan desa lokus Stunting dan Kepala Dinas PMD Jeneponto selaku pemateri.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Kamal menyampaikan, penurunan stunting dilakukan melalui pendekatan keluarga dimana hal tersebut dibagi menjadi tiga klaster yaitu. Klaster data, operasional, dan TPK (Tim pendampingan keluarga)

“Jadi dengan adanya pendampingan melalui pendekatan keluarga sehingga terbentuk yang namanya TPPS (Tim percepatan penurunan stunting) mulai tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan,” ucapnya.

Lebih lanjut Hj.Nursyamsi mengatakan, TPPS tersebut dibentuk untuk meningkatkan penurunan stunting dimana target stunting di tahun 2024 harus turun menjadi 14 persen. Sedangkan target di tahun 2022 yaitu 18 persen.

Baca Juga

“Supaya tidak terjadi stunting, Lanjut kata Aisyah, harus dipersiapkan mulai calon pengantin terutama sistem reproduksinya sehingga nanti waktu hamil tidak melahirkan anak yang beresiko stunting.

Menurutnya, Dengan adanya KPM ini bisa mewujudkan target yang sudah ditentukan oleh pemerintah karena stunting merupakan program prioritas yang harus kita lakukan bersama.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini sehingga ada koordinasi antar OPD dan juga antar pelaksana di lapangan agar penurunan stunting di Kabupaten Jeneponto terwujud,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas PMD Jeneponto, Makmur Sijaya memaparkan, peningkatan kapasitas Desa dan KPM.

“Pemerintah Desa harus berperan aktif dalam mengidentifikasi penyebab stunting, mendalami intervensi gizi sensitive dan upaya dukungan pada intervensi gizi spesifik, menggali dan memanfaatkan modal sosial untuk upaya pencegahan stunting,” kata Makmur.

Sedangkan lingkup dan pola tugas KPM kata Makmur, upaya pencegahan stunting dalam memfasilitasi konvergensi stunting di Desa dengan menggunakan data eHDW.

“KMP harus Melaporkan data dan rekomendasi kegiatan dari olahan data eHDW, forum RDS dan rembuk stunting di di Desa, serta melakukan pelaporan village score cards,” jelas Makmur.