Menakar Agrowisata Bonto Lojong, Wujudkan Perekonomian Kreatif

Terkini.id, Jeneponto – Menakar Agrowisata Bonto Lojong, wujudkan perekonomian kreatif seperti yang dicanangkan Pemerintah pada tahun 2015. Dimana setiap elemen masyarakat termasuk para aparatur pemerintah dituntut untuk mendukung setiap program yang berkaitan dengan pencanangan kegiatan tersebut. 

Sehubungan dengan hal itu, Pemerintah Desa Ujung Bulu, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan sejak empat tahun terakhir fokus dalam pembangunan Agrowisata Bonto Lojong.

Kepala Desa Ujung Bulu, Mansyur melangkah untuk mengembangkan Agrowisata Bonto Lojong lantaran pengembangan dunia pariwisata desa sangat penting dilakukan, sebagai upaya mendorong kesejahteraan masyarakat, karena keberadaan Agrowisata itu memberi peluang terhadap pemberdayaan ekonomi.

Menakar Agrowisata Bonto Lojong, Wujudkan Perekonomian Kreatif

Baca Juga: Merasa di-PHP, Sahabat Bonto Lojong Galang Dana, Koordinator Sebut Pemerintah...

“Pengembangan Agrowisata dengan memanfaatkan potensi alam, seni dan budaya, tentunya memberikan peluang untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat Desa Ujung Bulu,” kata Mansyur  terkini.id, Minggu, 31 Juli 2022.

Lebih lanjut Mansyur mengatakan, dalam mengembangkan Agrowisata, tentunya harus berdasar pada  sektor pariwisata dengan menciptakan keunikan yang dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

“Dengan daya tarik dan keunikan yang bisa kita ciptakan, tentunya bisa menciptakan lapangan kerja baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelas Mansyur.

Menakar Agrowisata Bonto Lojong, Wujudkan Perekonomian Kreatif

Untuk itu, kata Mansyur, keberadaan Agrowisata Bonto Lojong merupakan  potensi wisata di Kabupaten Jeneponto, sehingga kehadirannya mampu menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan usaha kecil bagi masyarakat Desa Ujung Bulu.

“Hingga sekarang pembangunan ini belum melibatkan investor dari luar, begitupun Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi, namun pembangunan pengembangan Agrowisata ini dimotori oleh para donasi dan partisipasi warga, dan pengerjaannya dilakukan dengan gotong royong oleh warga sendiri,” tandasnya.

Menakar Agrowisata Bonto Lojong, Wujudkan Perekonomian Kreatif

Untuk mengembangkan Agrowisata Bonto Lojong, Mansyur mengaku membutuhkan anggaran sekitar kurang lebih 4 miliar.

“Saat ini kita lebih fokus untuk memperbaiki akses jalan menuju Agrowisata Bonto Lojong yang panjangnya kurang lebih 3 kilometer, Insya Allah tinggal kurang lebih 300 meter yang belum diperbaiki,” ujarnya.

Agrowisata Bonto Lojong berada di gunung Bonto Lojong yang menghadirkan keindahan alam perbukitan alami, bahkan jika berada di Agrowisata Bonto Lojong para wisatawan akan merasakan berada di negeri diatas awan.

Sementara, salah seorang pengunjung mengatakan, panorama Agrowisata Bonto Lojong sangat indah dan sejuk.

Menakar Agrowisata Bonto Lojong, Wujudkan Perekonomian Kreatif

“Sangat luar biasa, saya ini baru pertama kali kesini, ternyata Jeneponto memiliki Agrowisata Bonto Lonjong yang membawa kita berada negeri diatas awan, ini suatu potensi yang sangat menjanjikan,” kata Reinal.

Reinal yakin, Agrowisata Bonto Lonjong bakal menjadi Agrowisata yang dapat bersaing dengan tempat wisata yang ada di Indonesia.

“Saya  yakin Agrowisata Bonto Lojong ini akan menjadi visit Kabupaten Jeneponto yang akan mampu bersaing dengan tempat wisata yang ada di Indonesia,” jelas Reinal.

Sedangkan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jeneponto, Mernawati yang menjadikan Agrowisata Bonto Lojong sebagai lokasi camp dalam memperingati Harkopnas ke-75 berharap adanya keterlibatan Pemkab Jeneponto dalam mengembangkan Agrowisata Bonto Lojong.

“Tentunya kita berharap ada anggaran dari Pemda untuk memperbaiki infrastruktur dalam mendukung pengembangan Agrowisata Bonto Lojong ini,” kata Mernawati.

Bagikan