Kejari Tahan Mantan Bendahara DPRD Jeneponto, Diduga Korupsi 2,2 Milliar

Terkini.id, Jeneponto – Kejaksaan negeri (Kejari) menahan mantan bendahara Kantor DPRD Kabupaten Jeneponto, Freman setelah diperiksa selama kurang lebih lima jam, Rabu,14 September 2022.

Freman ditahan terkait kasus dugaan korupsi biaya operasional Kantor DPRD Kabupaten Jeneponto tahun anggaran 2020 dengan kerugian negara kurang lebih 2,2 Miliar.

“Jadi kami tim penyidik tindak pidan korupsi Kejari Jeneponto, melakukan penahanan terhadap tersangka Freman Bin Bonto, Freman ini merupakan bendahara pengeluaran kantor DPRD Jeneponto,” kata penyidik tindak pidana korupsi Kejari Jeneponto, Ahmad Djafar.

Baca Juga: Miris, KPM BPNT di Jeneponto Diduga Diintervensi dan Diancam

Menurutnya, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi dan merampungkan laporan hasil pemeriksaan (LHP), penyidik menemukan kerugian negara kurang lebih 2,2 Milliar.

“Setelah semua rampung, kita melakukan penahanan terhadap tersangka, hal itu kita lakukan untuk mencegah tersangka jangan sampai menghilangkan barang bukti,” terang Ahmad.

Baca Juga: Akhirnya, DPRD Jeneponto Setujui Ranperda APBD 2023 Jadi Perda

Lebih lanjut, Ahmad Djafar mengungkapkan, jumlah keseluruhan dana operasional kantor DPRD Jeneponto pada tahun 2022 sebanyak kurang lebih 30 Milliar.

“Jumlah keseluruhan dana BOP sebanyak 30 Milliar, dari 30 Milliar itu, yang dikelola tersangka selaku bendahara pengeluaran sebanyak 15 Milliar, namun kita temukan ada selisih dari laporan pertanggungjawabannya dengan dana yang dikelola, selisihnya itu kurang lebih 2,2 Miliar,” terang Ahmad.

Bagikan