Cegah Stunting, Pemkab Jeneponto Orientasi Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi
Komentar

Cegah Stunting, Pemkab Jeneponto Orientasi Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi

Komentar

Terkini.id, Jeneponto – Upaya pencegahan stunting terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jeneponto, melalui Dinas Kesehatan, diantaranya dengan melaksanakan orientasi Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT).

Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Jeneponto dilaksanakan dengan bekerja sama UNICEF Indonesia dan Yayasan Jenewa Madani.

UNICEF Indonesia dan Yayasan Jenewa Madani telah mendukung pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam melaksanakan program PGBT dengan melaksanakan pelatihan dan orientasi PGBT bagi tenaga kesehatan Puskesmas dan staf Dinas Kesehatan.

Kegiatan itu berlangsung di Aula Assyifa Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Rabu hingga Kamis, 5-6 Juli 2023.

Cegah Stunting, Pemkab Jeneponto Orientasi Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani

Sekretaris Dinas Kesehatan Jeneponto, M.Adnan Nur, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada UNICEF Indonesia dan Yayasan Jenewa Madani yang telah mendukung pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mengupayakan pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Baca Juga

“Pelaksanaan orientasi ini merupakan salah satu langkah untuk mencegah stunting melalui pelaksanaan penapisan dan perawatan anak gizi buruk melalui pelaksanaan PGBT,” kata Adnan.

Melihat fenomena stunting di Kabupaten Jeneponto, UNICEF dan yayasan Jenewa Madani telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam berkomitmen untuk memperluas dan memperkuat pelaksanaan Program PGBT bagi seluruh tenaga kesehatan serta tim penggerak PKK dengan menyelenggarakan kegiatan Orientasi Pengelolaan Gizi Buruk Terintegrasi (PGBT).

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan peserta dapat memahami kebijakan pencegahan dan tata laksana gizi buruk pada balita.

“Tentunya semua peserta kita harapkan dapat melakukan penemuan dini dan konfirmasi kasus gizi buruk pada balita, melakukan tata laksana rawat jalan serta melakukan pengelolaan terintegrasi upaya penanggulangan gizi buruk pada balita,” harap Adnan.