Terkini, Jeneponto – Debu beterbangan menempel di pakaian, terik sinar matahari memanasi sekujur tubuh, dan udara Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, terasa kering menyengat kulit. Namun kondisi alam yang menantang itu tak sedikit pun menyurutkan langkah Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa, Dansatgas TMMD ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto. Senin, 11 Mei 2026, ia berkeliling meninjau langsung setiap titik pekerjaan, memastikan bahwa apa yang dikerjakan timnya bukan sekadar proyek, melainkan pengabdian yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Baginya dan seluruh jajaran Satgas TMMD, setiap butir semen yang dicampur, setiap tiang yang ditegakkan, dan setiap meter jalan yang dikerjakan memiliki makna mendalam. Pembangunan bukanlah urusan teknis belaka, melainkan wujud nyata dari janji setia TNI: hadir, bekerja, dan berkorban demi kesejahteraan rakyat. Dalam peninjauan ini, ia didampingi langsung oleh Danki Satgas, Kapten Inf Burhan, serta Babinsa setempat Serda Amiruddin, melangkah dari satu lokasi ke lokasi lain dengan teliti mengamati setiap proses pengerjaan.
Menelusuri Titik Demi Titik, Jaga Kualitas Hingga Rinci Terkecil
Langkah peninjauan dimulai di lokasi pembangunan jalan rabat beton yang menjadi urat nadi akses warga. Di sana, suara mesin molen berdengung bersahutan dengan teriakan semangat para pekerja. Tampak jelas tangan-tangan kokoh personel TNI bergandengan dengan warga desa, bergotong royong meratakan adukan semen, memadatkan permukaan jalan, hingga menyiramnya secara rutin agar hasilnya kuat dan tahan lama.

Letkol Abdul Muthalib tidak hanya melihat sekilas dari kejauhan. Ia mendekat, menyentuh permukaan beton, bertanya kepada pelaksana lapangan soal ketebalan lapisan, takaran campuran bahan, hingga jadwal perawatan pasca-pengecoran. Baginya, jalan ini kelak akan menjadi saksi bisu: jika kualitasnya terjaga, maka aktivitas warga yang mengangkut hasil bumi, berangkat ke sekolah, atau berobat ke puskesmas akan berjalan lancar tanpa hambatan lumpur atau debu tebal seperti dulu.
Berpindah ke lokasi berikutnya, mata Dansatgas tertuju pada sejumlah rumah yang sedang menjalani proses rehabilitasi. Dinding yang tadinya berlubang dan lapuk kini mulai tertutup rapi, atap yang bocor diganti dengan yang baru, serta lantai yang tidak rata diratakan kembali. Terlihat pancaran wajah lega dan haru dari pemilik rumah yang menyaksikan tempat tinggalnya perlahan berubah menjadi tempat yang aman dan nyaman. “Kami tak lagi tidur dalam kekhawatiran saat angin kencang atau hujan turun,” bisik salah satu warga penerima manfaat, sambil tersenyum menahan rasa syukur.
Peninjauan tak berhenti di situ. Tim juga mendatangi lokasi pembangunan sumur bor, sebuah sasaran yang paling ditunggu kehadirannya oleh warga Arpal. Selama ini, ketersediaan air bersih kerap menjadi masalah utama, terutama saat musim kemarau panjang. Dengan adanya sumur bor ini, harapan untuk mendapatkan air bersih yang cukup guna kebutuhan minum, memasak, hingga mencuci akhirnya mulai terwujud.
Membangun Infrastruktur, Sekaligus Menanam Harapan
Usai memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar dan rencana, Dansatgas TMMD ke-128 menegaskan kembali arah tujuan utama dari program ini. Baginya, kehadiran TNI Manunggal Membangun Desa memiliki dua misi sekaligus: membangun sarana fisik yang dibutuhkan, sekaligus membangun kepercayaan dan harapan di hati masyarakat.

“Kami turun ke sini bukan hanya untuk menumpuk semen, kayu, atau besi. Lebih dari itu, kami ingin setiap titik pekerjaan ini benar-benar terasa manfaatnya. Jalan rabat beton akan mempermudah aktivitas ekonomi dan sosial warga. Rumah yang layak akan memberi ketenangan dan rasa aman bagi keluarga. Sedangkan sumur bor adalah jawaban atas doa panjang mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih,” tegas Letkol Abdul Muthalib Tallasa dengan nada mantap.
Ia menambahkan bahwa semangat kerja di tengah teriknya matahari itu adalah bukti nyata kemanunggalan yang tak terpisahkan antara prajurit dan rakyat. “Inilah makna sebenarnya dari TMMD: kami hadir sebagai saudara, bekerja bersama, merasakan kesulitan yang sama, dan berjuang bersama demi mengubah kondisi desa menjadi lebih baik. Rakyat harus merasakan, bahwa negara dan TNI benar-benar hadir untuk melayani dan melindungi mereka,” tambahnya.

Jejak Semangat di Tanah Arpal
Sepanjang hari itu, debu jalan dan teriknya mentari hanya menjadi latar bagi kisah pengabdian yang terus ditorehkan. Di bawah pimpinan yang teliti dan penuh tanggung jawab, seluruh sasaran TMMD ke-128 terus melaju dengan progres yang menggembirakan. Prajurit-prajurit itu pulang ke posnya dengan tubuh yang lelah dan kulit yang terbakar sinar matahari, namun hati mereka terasa ringan dan bahagia.
Karena mereka tahu: setiap tetes keringat yang jatuh di tanah Desa Arpal, telah berubah menjadi jalan yang lebih mulus, rumah yang lebih aman, air yang lebih jernih, dan yang terpenting—menjadi harapan baru yang terus tumbuh di hati setiap warga yang kini merasa lebih diperhatikan, lebih dicintai, dan lebih percaya akan masa depan desanya.










