Terkini.id, Jakarta - Masa Pandemi membuat banyak orang mulai anak-anak hingga orang dewas harus tinggal dirumah, layaknya dipenjara oleh Virus Covid-19. Nami secara badaniah terpenjara tetapi pikiran dan aktivitas bisa tetap berjalan maupun berkreasi. Bahkan menjadi momentum untuk memupuk kreativitas ditengah segala pembatasan yang terjadi.
Untuk menjalani kehidupan baru di tengah Pandemi Covid-19, kreativitas menjadi kata kunci dalam berkarya, sejumlah kreativitas anak muda yang muncul didalam memanfaatkan kondisi ditengah pembatasan yang diberlakukan dalam upaya mencegah keterpaparan virus Corona.
Bahkan pemanfaatan bahan bahan sederhana pun dijadikan suatu kreativitas untuk diolah menjadi mainan kreatif. Bagaimana kreativitas itu dikembangkan dan menjadi awal masa depan yang lebih baik. Seperti yang diungkapkan, Muhammad Luqman Baehaqi, pendiri Prakardus, dalam dialog produktif Inspirasi, yang dilaksanakan oleh KPCPE, Jumat, 11 Desember 2020 dengan tema Pandemi Tak halangi Kreasi.
Muhammad Luqman Baehaqi, Pendiri Komunitas Prakardus, bercerita pengalaman inspiratifnya memanfaatkan waktu secara kreatif bersama anak-anak,
“Awalnya berkreasi dengan kardus ini sebagai solusi untuk memberi kegiatan sekaligus hiburan pada anak, karena rumah kami jauh dari pusat hiburan dan pusat perbelanjaan. Kemudian kegiatan kami pun diminati banyak orang sehingga berlanjut memberi workshop tiap akhir minggu," tutur Muhammad Luqman.
Kreativitas ayah kardus julukan dari Muhammad Luqman Baehaqi, mengaku incamenya meningkat pesat di tengah Pandemi Covid-19.
"Kalau dibandingkan dengan sebelum Pandemi,ditengah Pandemi, incamenya naik sekitar 700 persen," kata Luqman.
Dalam proses menjadi kreatif, menurut Luqman, orang tua dan anak tidak perlu berpikir terlalu jauh tentang bagaimana hasil akhirnya nanti, tapi fokus untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari.
“ Saya sebenarnya lebih senang mengatakan, bahwa ketika kita tahu alasan untuk melakukan sesuatu, anak-anak juga turut merasakan apa yang kita rasakan. Ini lebih baik daripada, sekedar mencari tahu apa yang harus kita lakukan," kata Muhammad Luqman.
Berbicara mengenai kreativitas, Psikolog Anak dan Pendidikan, Elizabeth Santosa, mengungkapkan, kreativitas adalah salah satu kemampuan manusia yang sudah ada dalam diri untuk bisa digunakan dalam mencari jalan keluar.
“Kreatif itu hubungannya dengan solusi, mencari jalan keluar, proses membuat keputusan. Bukan selalu tentang menghasilkan prakarya saja," jelas Elizabeth Santosa.
Elizabeth Santosa menyebutkan, kreativitas itu biasanya muncul dalam masa sulit. Pada saat kita dalam kondisi adem ayem, enak, atau nyaman kreativitas jarang muncul.
"Namun kreativitas akan muncul kalau dalam keadaan kepepet. Idealnya, pada masa gelap seperti masa pandemi ini harusnya banyak kreativitas yang muncul,” katanya.
Elizabeth pun berpesan kepada orang tua, agar di masa pandemi ini jangan memberikan terlalu banyak fasilitas gadget agar menstimulus kreativitas anak-anak.
“Biarkan mereka berfikir. Beri Dian alat dan bahan, terserah nanti itu mau jadi apa. Nanti kalau anak-anak menyerah, baru kita ajak untuk bikin sesuatu bersama-sama. Tapi, kalau selalu dibantu, dan diberikan terlalu banyak fasilitas, kemampuan kreativitasnya tidak berkembang, tidak terstimulasi, harus ada sesuatu yang menstimulus," ujarnya.
Menurut Elizabeth Santosa, setiap pembelajaran itu bisa di dapat dari kehidupan kita sehari-hari, tergantung bagaimana kita melihatnya saja.
"Jadi, buat semua orang tua, dalam masa pandemi ini, kita berharap vaksin segera ada di tahun 2021. Bertahan lebih lama lagi di rumah untuk anak-anak kita. Gunakan waktu selama pandemi ini sebaik-baiknya untuk keluarga kita”, tutupnya.










