Target Keluar Lokus Stunting, Kelurahan Panaikang Hadirkan Inovasi Cinta Gembira

Target Keluar Lokus Stunting, Kelurahan Panaikang Hadirkan Inovasi Cinta Gembira

S. Bachtiar

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jeneponto - Pemerintah Kelurahan Panaikang menggelar kegiatan Rembuk Stunting yang merupakan tahapan pelaksanaan aksi konvergensi Stunting dalam mempercepat penanganan dan pencegahan.

Kegiatan tersebut berlangsung di kantor Kelurahan Panaikang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Rabu, 20 Juli 2022.

Rembuk Stunting itu dibuka dengan resmi oleh Kepala Kelurahan Panaikang, Andika Kr Mange, hadir Kepala Puskesmas Binamu, pihak Dinas Kesehatan, BKKBN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TP PKK Panaikang, KPM, TPK. Kader Posyandu, para Kepala Lingkungan dan tokoh masyarakat.

Kepala Kelurahan Panaikang, Andika dalam sambutannya mengatakan, Stunting adalah kondisi gagal tumbuh tubuh dan otak pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. 

"Sehingga anak seusianya memiliki keterlambatan dalam berpikir. Hal ini disebabkan karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi," kata Andika.

Menurutnya, dalam mencegah dan menangani stunting pihaknya telah melakukan beberapa langkah prioritas yang   sangat diharapkan dapat membawa Kelurahan Panaikang keluar dari lokus stunting.

"Kita telah melaksanakan beberapa program dalam menangani stunting, untuk mencegah secara dini kami berharap agar semuanya menyatukan langkah dan komitmen untuk menurunkan Stunting," ungkapnya.

Hj.Nursyamsi dalam materinya menyampaikan, terkait dengan kejadian stunting, dampak yang ditimbulkan terhadap anak yang mengalami stunting serta pencegahan dan penanganan yang harus diberikan kepada anak yang mengalami stunting dan keluarga yang berisiko stunting.

"Anak yang tumbuh mengidap masalah stunting akan mengalami gangguan perkembangan otak. Pengaruhnya terlihat pada kemampuan kognitif si kecil. Mereka cenderung sulit mengingat, menyelesaikan masalah, dan tersendat dalam aktivitas yang melibatkan kegiatan mental atau otak," ungkap Hj.Nursyamsi.

Pertumbuhan kognitif yang lambat di kemudian hari, kata Hj.Nursyamsi, bisa menyebabkan anak mengalami penurunan fungsi intelektual, kesulitan memproses informasi, serta susah berkomunikasi.

 "Ini tentu mempengaruhi proses belajar anak di sekolah dan di rumah, sekaligus membuat mereka kesulitan bergaul serta bermain bersama rekan sebaya," ujarnya.

Rembuk Stunting tingkat Kelurahan Panaikang menghasilkan beberapa kesempatan, diantaranya, pengadaan paket PMT pemulihan ibu hamil dan Balita, kelas ibu hamil dan ibu balita, pengadaan alat antropometri.

Selain itu juga disepakati, program pembangunan Puskeskel, Posyandu dan PAUD, pemberian fe rematri di masyarakat dan inovasi Cinta Gembira (Cegah Stunting melalui gerakan masyarakat berbagi beras).