Pemkab Jeneponto Gelar Rakor Serapan Gabah, Kadis Pertanian Tidak Transparan Soal Harga di Petani

Pemkab Jeneponto Gelar Rakor Serapan Gabah, Kadis Pertanian Tidak Transparan Soal Harga di Petani

S. Bachtiar

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Bupati H. Paris Yasir dalam arahannya kembali menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari cita-cita pembangunan nasional. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Bulog agar harga gabah tetap stabil dan serapan sesuai target, serta perlunya pengawasan ketat agar tengkulak tidak merugikan petani.

Dalam rapat tersebut, Bupati Jeneponto, Paris Yasir menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah daerah, TNI, Polri, Legislatif, hingga pelaku usaha pertanian untuk menjaga stabilitas harga gabah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kegiatan ini adalah wujud keseriusan kita dalam membangun ketahanan pangan dan memastikan hasil panen petani terserap maksimal,” kata Paris Yasir.

Paris menegaskan pentingnya menjaga ketahanan pangan sebagai bagian dari cita-cita pembangunan nasional (Asta Cita).“Ketahanan pangan ini harus dimulai, diusahakan, dan dilaksanakan. Tentunya dengan mengedepankan kolaborasi bersama Bulog agar serapan hasil panen sesuai dengan target harga pemerintah,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Paris menekankan, pentingnya sektor pengawasan agar para tengkulak tidak merugikan petani melalui permainan,"kami sangat berharga TNI Polri untuk dapat membantu pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam mengawasi penyerapan hasil panen para petani, kita harap harga gabah tetap stabil dan sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jeneponto berharap melalui forum ini seluruh pihak dapat bersinergi mendukung pembangunan sektor pertanian yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan demi kemakmuran masyarakat petani Jeneponto.

Rakor tersebut diharapkan menjadi awal dari pembenahan tata kelola penyerapan gabah di Jeneponto agar lebih transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan petani.