Terkini, Jeneponto - Kehadiran Satgas TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1425/Jeneponto di Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, membuktikan bahwa program ini jauh lebih dari sekadar membangun jalan atau jembatan. Di balik setiap tumpukan material dan struktur bangunan yang berdiri, tersimpan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang terus dipupuk bersama masyarakat. Hal ini terlihat jelas, Selasa, 28 April 2026, saat para prajurit turun dari lokasi pembangunan dan langsung terjun ke tengah hamparan sawah milik Daeng Tangnga yang terletak di Dusun Bontote’ne.
Di bawah teriknya sinar matahari yang menyengat, suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan justru tercipta. Tidak ada lagi sekat antara seragam loreng dan pakaian warga. Para personel Satgas bersama petani bahu-membahu memotong batang padi secara manual, mengayunkan sabit dengan irama yang serasi. Setiap gerakan tangan mereka bukan hanya sekadar memanen hasil bumi, melainkan menjadi simbol kepedulian, solidaritas, dan bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang telah terjalin selama puluhan tahun.

Momen ini memberikan energi baru bagi para petani yang tengah menghadapi masa panen. Kehadiran prajurit yang ikut bekerja keras di tengah sawah menjadi penyemangat tersendiri, membuktikan bahwa TNI hadir tidak hanya saat membangun fisik, tetapi juga ikut merasakan suka dan duka perjuangan masyarakat.
Pratu Rifaldi, anggota dari Yonkav 10 Mendagiri Makassar yang bertugas dalam Satgas, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari tugas dan komitmen mereka. Menurutnya, membantu warga dalam aktivitas sehari-hari adalah cara terbaik untuk mempererat hubungan.
“Kami memang tidak hanya fokus pada pembangunan jalan atau talud saja. Kehadiran kami di sini adalah untuk melayani dan membantu masyarakat dalam segala aspek kehidupan, termasuk saat panen seperti ini. Kami merasa bangga bisa ikut merasakan langsung kerja keras para petani. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban mereka sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik,” ungkap Pratu Rifaldi di sela-sela pekerjaannya.

Sementara itu, Daeng Tangnga selaku pemilik lahan mengaku sangat bersyukur dan terharu atas perhatian yang diberikan oleh para prajurit. Ia menceritakan bahwa hasil panen kali ini sebenarnya tidak berjalan sesuai harapan atau bisa dikategorikan gagal panen, namun kehadiran dan bantuan yang diberikan membuatnya tetap bersemangat.
“Alhamdulillah, meskipun hasilnya kurang maksimal, kami tetap bersyukur. Apalagi dibantu oleh bapak-bapak TNI, pekerjaan yang terasa berat ini jadi jauh lebih ringan dan cepat selesai. Kehadiran mereka memberikan semangat tersendiri buat saya dan keluarga. Terima kasih banyak atas perhatian dan bantuannya,” ujar Daeng Tangnga dengan wajah penuh rasa terima kasih.

Momen indah di tengah sawah ini menjadi bukti bahwa program TMMD berhasil mencapai tujuan utamanya: membangun fisik daerah sekaligus membangun jiwa kebersamaan, sehingga kemajuan yang dihasilkan benar-benar milik bersama, lahir dari kerja keras bersama.










