Wujudkan Ketahanan Pangan, Irjen Kementan RI Dialog dengan Kelompok Tani di Sulsel

Wujudkan Ketahanan Pangan, Irjen Kementan RI Dialog dengan Kelompok Tani di Sulsel

S. Bachtiar

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

"Untuk mensukseskan program Kementerian Pertanian, diperlukan sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terkait untuk dapat menjaga dan membangun ketahanan pangan daerah guna menjadi lebih mandiri," jelas Jan Maringka.

Wujudkan Ketahanan Pangan, Irjen Kementan RI Dialog dengan Kelompok Tani di Sulsel
Inspektur Jenderal Dr. Jan Samuel Maringka, menyerahkan bantuan secara simbolis berupa benih padi, jagung, kedelai, komoditas perkebunan dan hortikultura, serta alsintan pasca panen yang bersumber dari APBN/S.Bachtiar

Lebih lanjut Jan Maringka mengatakan, Pangan merupakan sektor penting untuk membangun bangsa dan negara agar lebih maju dan berkembang, untuk itu Kementerian Pertanian melalui Inspektorat Jenderal menginisiasi program.

“Jaga Pangan Jaga Masa Depan” yang berfokus pada program strategis, prioritas, dan super prioritas serta membangun sinergi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mewujudkan ketahanan pangan," terangnya.

Jan Maringka pun berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan semangat dan kesadaran semua pihak akan pentingnya menjaga ketahanan pangan, serta dapat memberikan energi positif bagi kemajuan pertanian dan pangan di Kabupaten Jeneponto dan wilayah sekitar seperti Takalar dan Bantaeng.

Wujudkan Ketahanan Pangan, Irjen Kementan RI Dialog dengan Kelompok Tani di Sulsel
Inspektur Jenderal Dr. Jan Samuel Maringka, menyerahkan bantuan dari program CSR Pupuk Indonesia Holding Company kepada 15 poktan dari Kabupaten Jeneponto, Takalar dan Bantaeng/S.Bachtiar

"Jeneponto sangat strategis dan punya potensi yang baik untuk peternakan kuda, tanaman Jagung, tanaman perkebunan dan hortikuktura sehingga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mewujudkan ketahanan pangan. Demikian halnya dengan Kabupaten Bantaeng dan Takalar” lanjut Jan Maringka.

Dalam kegiatan tersebut, Inspektur Jenderal Dr. Jan Samuel Maringka, menyerahkan bantuan secara simbolis berupa benih padi, jagung, kedelai, komoditas perkebunan dan hortikultura, serta alsintan pasca panen yang bersumber dari APBN, senilai 8 Miliar untuk Jeneponto, 4,5 Miliar Takalar dan 2 Miliar untuk Bantaeng.

Selain itu, pada kesempatan yang sama juga diberika bantuan secara simbolis dari program CSR Pupuk Indonesia Holding Company kepada 15 poktan di tiga kabupaten berupa bantuan Pupuk NPK Phonska dan SP26.