Terkini, Jeneponto - Pj Bupati, Junaedi Bakri hadiri wisuda penamatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Masa Depan tahun pelajaran 2923-2024 di ruang Kalabirang Rujab Bupati, di Kelurahan Empang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Jumat, 28 Juni 2024.
Hadir Ketua Yayasan Masa Depan Jeneponto Hamid Awaluddin beserta istri, Ketua Himpaudi Salmawati, Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jeneponto, Hj. Nurhayati, Kepala Sekolah beserta guru guru PAUD Anak Masa Depan dan seluruh orang tua siswa wisudawan.
Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Vena Energi telah menjadi entitas baru Jeneponto.
"Kami sadar betul Jeneponto saat ini membutuhkan peran semua pihak, jika melihat statistik Jeneponto cukup tertinggi, IPM Jeneponto diurutan bawah," kata Junaedi Bakri.

Junaedi Bakri juga menyampaikan agar semua pihak dapat berkolaborasi untuk mencegah dan menangani stunting di Jeneponto.
"Stunting masih cukup tinggi di Jeneponto, namun sudah turun sedikit, sementara kemampuan fiskal kita cukup terbatas, sehingga keberadaan semua pihak untuk aktif dalam mencegahan stunting sangat diharapkan, Yayasan Masa Depan dan yang lain di Jeneponto tentu diharapkan dapat berperan penting dan dapat untuk dapat mempercepat penurunan angka stunting," harap Junaedi Bakri.
Kepala sekolah PAUD Anak Masa Depan Hariyanti, mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari masa depan anak Jeneponto, pengabdiannya sebagai tenaga pendidik menjadi kebanggaan tersendiri.
“Dengan pembelajaran karakter diharapkan anak anak lulusan PAUD Anak Masa Depan dapat menjadi anak yang berguna untuk masa depan bangsa,” jelasnya.
Sementara, Prof Hamid Awaluddin dalam arahannya mengungkapkan kegembiraannya menghadiri wisuda anak didik PAUD Anak Masa Depan yang ke enam tahun.
"Saya ingat betul awal pendirian PAUD, waktu itu memberikan 2 syarat untuk pendirian PAUD, pertama lokasinya harus dekat jalan poros agar orang tua mudah saat antar jemput anak dan yang kedua harus dekat dengan alam. Mulai dirintis tahun 2017 dan mulai beroperasi 2018, hingga saat ini lulusan PAUD masa depan sudah 168 orang hingga 2024," ujarnya.
Menurutnya, dirinya memilih mendirikan PAUD bukan yang lain seperti SD, karena cara berpikir waktu itu menciptakan pembangunan manusia itu mulai dari anak anak.
"Mimpi mimpi anak itu dimulai dari usia PAUD, karena kita sedang membangun pendidikan karakter dan itu mulai dari anak. Jadi anak anak ini didesain dengan pola, bagaimana disiplin, keteraturan tidak sekedar pengetahuan jadi ada karakter," ujarnya.










