Terkini, Jeneponto - Penjabat (Pj) Bupati, Junaedi Bakri melaksanakan rapat dengan Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas se Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis, 27 Juni 2028.
Hadir Kepala Dinas Kesehatan dan jajarannya dan para Kepala Puskesmas se Kabupaten Jeneponto.
Rapat tersebut membahas capaian verifikasi dan validasi hasil penimbangan dan pengukuran Balita.

Pertemuan itu berlangsung fi ruang rapat Bupati, Kantor Bupati Kabupaten Jeneponto, di jalan Kantor Daeng Pasewang, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Kepala Dinas Kesehatan Jeneponto, Syusanty A Mansyur dalam rapat tersebut menyampaikan, penimbangan merupakan langkah awal dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yang rutin dilakukan setiap bulan di Posyandu.

"Hal ini bertujuan untukmengetahui atau deteksi dini apakah bayi atau alita sakit atau tidak, kelengkapan imunisasi dan mendapatkan penyuluhan gizi," kata Syusanty A Mansyur.
Menurutnya verifikasi dan validasi hasil penimbangan dan pengukuran Balita merupakan rangkaian proses dari penilaian status gizi balita.
"Dalam kegiatan penimbangan dilakukan pengukuran status gizi secara lengkap pada balita yang meliputi pengukuran lingkar kepala, lingkar lengan atas, tinggi badan, dan berat badan, serta ditambah dengan pemberian vitamin A," jelas Syusanty A Mansyur.

Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri dalam arahannya menyampaikan, rapat tersebut untuk memastikan capaian hasil penimbangan dan pengukuran Balita.
"Penimbangan dan pengukuran Balita kita harapkan berjalan dengan baik dan lancar dengan harapan seluruh sasaran balita dapat hadir dan mendapatkan pelayanan.

“Semoga seluruh balita mendapatkan pelayanan dengan baik, seperti penimbangan, pemeriksaan dan pemberian vitamin serta pemberian makanan tambahan agar tumbuh kembang balita dapat terpantau dan terhindar dari stunting,” harap Junaedi Bakri.
Junaedi Bakri mengatakan, penimbangan balita ini perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini kesehatan dan gizi balita.
“Dengan penimbangan balita ini kita bisa mengetahui kelengkapan psikologi dan memberikan penyuluhan kepada orang tua yang memiliki balita tentang pencegahan kekurangan gizi atau gizi buruk yang dapat menjadi penyebab stunting,” tutup Junaedi.










