Terkini, Jeneponto – Menyadari peran krusial pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif bagi tumbuh kembang generasi penerus, Pemerintah Kabupaten Jeneponto melalui Dinas Kesehatan menggelar pelatihan khusus Konseling Menyusui. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, diikuti oleh puluhan tenaga kesehatan (Nakes) yang berasal dari 20 unit Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Pelatihan strategis ini diselenggarakan atas kerja sama erat dengan Politeknik Kesehatan (Poltek) Kementerian Kesehatan Makassar, menghadirkan pembekalan materi mendalam dan praktik langsung agar para peserta benar-benar memiliki kompetensi mumpuni di lapangan. Program ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan setiap ibu dan bayi di Jeneponto mendapatkan dukungan kesehatan terbaik di masa emas pertumbuhan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Hj. Syusanty A. Mansyur, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan pelatihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan mendesak dan prioritas utama. Menurutnya, upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya dukungan tenaga ahli yang mampu membimbing para ibu menyusui.
Latar belakang digelarnya kegiatan ini berangkat dari fakta bahwa meskipun manfaat ASI sudah banyak diketahui, masih banyak ibu yang menghadapi kendala, baik secara fisik maupun pengetahuan, sehingga tujuan pemberian ASI Eksklusif selama enam bulan belum sepenuhnya tercapai di seluruh lapisan masyarakat.

"Sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi serta mendukung keberhasilan pemberian ASI Eksklusif, sangat diperlukan tenaga Konselor ASI yang memiliki pengetahuan lengkap dan keterampilan mumpuni dalam memberikan edukasi serta pendampingan langsung kepada ibu menyusui. Oleh karena itu, kami menyusun dan melaksanakan kegiatan Pelatihan Konselor ASI ini bagi seluruh tenaga kesehatan di jajaran kami," jelas Hj. Syusanty dalam penyampaiannya saat pembukaan, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menambahkan, keberadaan konselor yang kompeten menjadi jembatan penting agar informasi yang sampai ke masyarakat benar, akurat, dan mampu mengubah tantangan menjadi keberhasilan menyusui.
Selama enam hari berlangsung, para peserta dibekali dengan serangkaian materi yang disusun secara sistematis, mencakup teori hingga praktik lapangan. Materi tersebut meliputi:

1. Kebijakan ASI Eksklusif: Memahami aturan, regulasi, dan standar pelayanan yang menjadi landasan pelaksanaan program pemerintah.
2. Manfaat ASI bagi Ibu dan Bayi: Mengulas secara mendalam kandungan gizi, perlindungan imun bagi bayi, hingga manfaat kesehatan dan ikatan batin bagi ibu.
3. Teknis Menyusui yang Benar: Cara memposisikan bayi, perlekatan yang tepat, serta frekuensi menyusui agar berjalan lancar dan nyaman.










