Upaya Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Dinas Kesehatan Jeneponto Gelar Pelatihan Konselor ASI

Upaya Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Dinas Kesehatan Jeneponto Gelar Pelatihan Konselor ASI

S. Bachtiar

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

4. Penanganan Masalah Menyusui: Solusi atas kendala umum seperti puting lecet, payudara bengkak, produksi ASI sedikit, hingga kondisi medis tertentu.

5. Teknik Konseling ASI: Cara berkomunikasi, mendengarkan keluhan, dan memberikan motivasi kepada ibu dengan pendekatan yang empati dan edukatif.

6. Praktik Pendampingan Ibu Menyusui: Simulasi langsung membimbing ibu dalam proses menyusui dan pemecahan masalah yang terjadi di lapangan.

Untuk memastikan kualitas materi, tim pengajar yang didatangkan merupakan para ahli dan narasumber berkompeten yang berasal dari unsur Dinas Kesehatan Kabupaten Jeneponto, Trainer Konselor ASI bersertifikasi, serta tenaga ahli dari Organisasi Profesi Kesehatan.

Hj. Syusanty A. Mansyur menyebutkan bahwa kesempatan mengikuti pelatihan ini adalah hal yang sangat istimewa dan luar biasa, karena tidak setiap daerah memiliki akses serta fasilitas pembekalan yang selengkap dan sedalam ini. Oleh sebab itu, ia berpesan kepada seluruh peserta untuk memanfaatkan momen berharga ini sebaik-baiknya.

"Tentunya bukan hal yang bisa dianggap sepele, karena pembekalan mendalam seperti ini adalah satu hal yang sangat luar biasa dan belum tentu semua orang atau daerah bisa mendapatkannya. Saya memohon kepada seluruh peserta, jadikan momen ini sebagai sarana bagaimana meng-upgrade kemampuan diri dan memfasilitasi diri dengan ilmu baru, agar nantinya semua materi yang didapatkan bisa diimplementasikan dengan nyata di tengah masyarakat," tegasnya.

Adapun tujuan utama pelatihan ini ditekankan pada tiga hal pokok: meningkatkan pengetahuan peserta tentang ASI Eksklusif, meningkatkan keterampilan teknis konseling menyusui, serta menciptakan tenaga konselor ASI yang andal dan mampu memberikan pendampingan berkelanjutan kepada ibu-ibu menyusui.

Dengan selesainya pelatihan ini, diharapkan setiap Puskesmas di Jeneponto kini memiliki minimal tenaga kesehatan yang terlatih dan siap menjadi rujukan utama bagi ibu-ibu yang membutuhkan bimbingan. Langkah ini menjadi pondasi kuat mewujudkan Jeneponto sebagai daerah yang peduli gizi, peduli kesehatan ibu, dan berkomitmen melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.