Terkini.id, Jeneponto - Menghadapi lonjakan harga di bulan suci Ramadan 1434 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan bakal melaksanakan pasar murah di dalam bulan suci Ramadan 1443 hijriah tahun 2022 Masehi.
Hal itu diungkapkan oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Muhammad Basir Bohari kepada terkini.id, Kamis. 31 Maret 2022.
Menurutnya, salah satu strategi yang akan dilakukan oleh Pemkab Jeneponto dalam menghadapi terjadinya lonjakan harga di pasar yaitu melaksanakan pasar murah.
"Jadi untuk mengantisipasi itu Pemerintah Kabupaten Jeneponto, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melaksanakan pasar murah," kata Muhammad Basir Bohari.
Pasar murah yang bakal dilaksanakan Pemkab Jeneponto, menurut Basir Bohari akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
"Pasar murah yang akan dilaksanakan di dalam bulan suci Ramadan itu Pemkab Jeneponto akan bekerjasama dengan Pemprov Sulsel," terang Basir Bohari.
Terkait pelaksanaan pasar murah, Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Jeneponto, Manrancai Salli mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan.
"Jadwal pelaksanaannya belum ditetapkan, Insya Allah hari kami akan temui Kepala Dinas Perdagangan Pemprov Sulsel untuk membahas jadwal pelaksanaan pasar murah di Jeneponto," kata Manrancai Salli, Kepada terkini.id, Jumat, 1 April 2022.
Dimana sebelumnya diberitakan Menjelang bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Jeneponto, bersama anggota Polres dan Kodim yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) penanganan pangan pantau harga di pasar tradisional.
Pemantauan harga bahan pangan, Kamis, 31 Maret 2022 dilaksanakan di pasar Karisa Turatea, di jalan Pahlawan, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Dalam pemantaua harga bahan pangan di pimpin Pj Sekda Jeneponto, Muhammad Basir Bohar bersam Kabag Ops Polres Jeneponto dan Danramil 01 Binamu.
Dari pantauan terkini.id, Satgas penanganan pangan Jeneponto memantau semua jenis bahan pangan.
Pj Sekda Jeneponto, Muhammad Basir Bohari saat ditemui terkini.id di Pasar Karisa mengungkapkan adanya lonjakan harga beberapa bahan pangan.
"Hari ini kami yang tergabung dalam Satgas penanganan pangan memantau harga semua komoditi bahan pangan, dalam pemantauan kami, menemukan beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan. Diantaranya, minyak goreng, cabe, gula pasir, terigu, tomat dan bawang merah," kata Basir Bohari.
Menurutnya, yang mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi adalah bahan pangan minyak goreng.
"Yang sangat menonjol kenaikannya adalah minyak goreng kemasan, harganya bervariasi antara 27 ribu hingga 28 ribu dan bahkan ada 30 ribu," terang Basir Bohari.
Terkait dengan harga minyak curah, Basir Bohari mengaku masih normal,"Seperti yang kami lihat langsung, harga minyak curah masih normal, 14 ribu per liter" uajarnya.
Sedangkan bahan pangan cabe, gula pasir, terigu, tomat dan bawang merah, kata Basir, juga mengalami kenaikan.
"Cabe, gula pasir, terigu, tomat dan bawang merah serta telur mengalami kenaikan tapi tidak terlalu menjolok, seperti telur dari harga 35 ribu naik menjadi 40 ribu," pungkasnya.
Sementara, salah seorang penjual di pasar Karisa Turatea, Daeng Nia mengungkapkan lonjakan harga cabe, tomat dan bawang merah.
"Cabe naik 25 ribu perkilogram dari harga 25 ribu perkilogram menjadi 50 ribu perkilogram, tomat dari 50 ribu perkantong besar menjadi 70 ribu, bawang merah naik 5.000 rupiah," ungkap Daeng Nia.
Sedangkan, Nursiah mengatakan harga gula pasir dan terigu juga mengalami kenaikan harga," Gula pasir naik, harga perkarung sekarang 700 ribu, sebelumnya 500 ribu," katanya
Untuk mengantisipasi lonjakan harga didalam bulan suci Ramadhan, Basir Bohari mengatakan akan melakukan rapat koordinasi untuk membahas hal tersebut.
"Insya Allah, dalam bulan Ramadhan kita akan kembali turun kelapangan untuk memantau kembali harga bahan pangan," tutup Basir Bohari.










