"Selama ini lintas sektor di Kecamatan Batang sangat membantu Puskesmas dalam upaya menurunkan stunting. Hal ini sangat positif dan harus kita terus pertahankan atau bahkan kita tingkatkan karena untuk mengatasi stunting, peran kesehatan itu hanya 30 persen, sisanya adalah peran Pemerintah Desa dan masyarakat untuk menjamin konsumsi yang berkualitas dan sanitasi yang layak," ucapnya.
Direktur Jenewa Madani, Surahmansah Said, mengapresiasi langkah yang telah dipaparkan oleh Kepala Puskesmas Togo-Togo, Imran Rosady.
"Stunting ini adalah permasalahan yang sangat komprehensif. Sehingga yang paling utama adalah kita perlu memastikan konsumsi rumah tangga, di setiap keluarga memprioritaskan konsumsi protein hewani seperti telur, daging maupun ikan, mulai sejak ibu hamil", tegasnya.
Surahmansah mengatakan, perubahan perilaku itulah yang kedepannya akan dilakukan oleh Jenewa bersama UNICEF dengan menggandeng seluruh lapisan masyarakat.
"Kepala Desa, Lurah, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta tokoh-tokoh masyarakat harus kita gandeng agar fasih dalam berbicara terkait stunting sehingga seluruh masyarakat dapat berperan serta", tambahnya.
Sedangkan, Nur Qadriani, ibu dari 3 anak, menyampaikan aspirasi atas inovasi yang diciptakan Pemerintah Desa Bungeng bersama Puskesmas Togo-Togo terkait posyandu.
"Kalau ke posyandu ki kayak pergiji acara ulang tahun anak-anak. Ada hiasan, balon, mainan, ada juga makanan dibagikan yang setiap bulannya beda-beda. Belum lagi setiap satu kali sebulan, ada posyandu khusus di Pantai Kassi Bumbung, yang sekaligus.ditimbang dan diimunisasi anak-anak, jadi jika ke posyandu anak-anak sekalian berekreasi," ungkap Nur Qadriani
Acara podcast ini ditutup dengan kampanye 3 pesan kunci utama pencegahan stunting yaitu jaga ibu hamil, konsumsi Makanan Pendamping ASI yang berkualitas dan rutin datang ke posyandu.









